Denny Indrayana Sebut Jokowi Atur Skenario Depak Anies dari Barisan Capres 2024

Denny mengklaim kalau informasi itu diperoleh dari seseorang yang pernah menjabat sebagai wakil presiden.

Chikita
Rabu, 07 Juni 2023 | 11:08 WIB
Denny Indrayana Sebut Jokowi Atur Skenario Depak Anies dari Barisan Capres 2024
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan saat sesi konferensi pers Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.)

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana kembali mengeluarkan pernyataan yang menyita perhatian publik. Kali ini ia menyinggung Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Denny mengungkapkan kalau Jokowi sudah memiliki skenario sendiri mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia menyebut kalau Jokowi enggan melihat Anies Baswedan masuk ke jajaran capres 2024.

"Presiden Jokowi sedari awal memang mendesign hanya ada dua capres dalam Pilpres 2024, tanpa Anies Baswedan," kata Denny melalui akun Twitternya @dennyindrayana dikutip Rabu (7/6/2023). 

Denny mengklaim kalau informasi itu diperoleh dari seseorang yang pernah menjabat sebagai wakil presiden. Meski begitu, dirinya tidak menyebut siapa sosok yang memberikan informasi itu.

Baca Juga:G-Dragon Resmi Hengkang, Saham YG Entertainment Langsung Anjlok

"Sebagai bukti awal, saya tuliskan kesaksian seorang tokoh bangsa, yang pernah menjadi wakil presiden," ucapnya.

Ia menganggap perlu ada validasi untuk mencari kebenaran dari informasi tersebut. Denny menyarankan DPR RI untuk melakukan investigasi.

"Saya menyarankan DPR melakukan investigasi melalui hak angketnya, yang dijamin UUD 1945," terangnya.

Hal yang paling mengejutkan ialah, Denny meminta DPR RI untuk menggunakan haknya memecat Jokowi. Itu dipintanya karena menganggap Jokowi sudah tidak netral lagi di Pilpres 2024. 

Terlebih Jokowi sudah menyatakan akan cawe-cawe di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Baca Juga:Erick Thohir ke Timnas Indonesia Jelang Lawan Argentina: Kalau untuk Dipermalukan ya Nggak Usah Main

"Saya berpendapat, Presiden Joko Widodo sudah layak menjalani proses pemeriksaan impeachment (pemakzulan) karena sikap tidak netralnya alias cawe-cawe dalam Pilpres 2024," tegasnya.

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak