Penampakan Rumah Kontrakan 21 Pintu Milik Rafael Alun Seharga Rp 2,5 Juta Per Bulan, Dijaga Orang NTT Sejak 2010

Puluhan pintu rumah kontrakan itu berjejer rapi yang terbagi dalam 3 baris. Kompleks kontrakan itu tertutup gerbang hitam bernomor 36

Bruno Cirilio
Rabu, 31 Mei 2023 | 18:24 WIB
Penampakan Rumah Kontrakan 21 Pintu Milik Rafael Alun Seharga Rp 2,5 Juta Per Bulan, Dijaga Orang NTT Sejak 2010
Rumah kontrakan milik Rafael Alun i Jalan Srengseng Raya, RT 5, RW 2, Srengseng, Kembangan Jakarta Barat ((Foto: Suara.com/Faqih))

Sejumlah aset eks pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo disita KPK. Jumlahnya lumayan banyak, mulai dari kendaraan mewah, rumah hingga rumah kontrakan.

Jurnalis Suara.com sempat mengecek langsung klaster rumah kontrakan milik Rafael Alun yang berjumlah 21 pintu. Lokasinya berada di Jalan Srengseng Raya, RT 5, RW 2, Srengseng, Kembangan Jakarta Barat.

Puluhan pintu rumah kontrakan itu berjejer rapi yang terbagi dalam 3 baris. Kompleks kontrakan itu tertutup gerbang hitam bernomor 36.

Meski memiliki puluhan rumah kontrakan berbentuk petak, tidak banyak warga yang mengenal Rafael Alun. Ia disebut amat jarang menyambangi aset miliknya tersebut.

Baca Juga:Temukan Kejanggalan, Kamaruddin Simanjuntak Minta Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Kematian Bripka Arfan Saragih

Bahkan, Aminah, istri dari Ketua RT 5, RW 2, tempat kontrakan Rafael berada, mengaku sama sekali tidak mengenal Rafael Alun. Ia mengaku hanya mengenal penjaga kontrakan tersebut yang disebutnya bernama Jon.

“Cuma ketemu sama penjaganya doang. Itu juga cuma pas bayar keamanan aja,” kata Aminah.

Ia mengaku setiap bulannya, Jon membayar uang keamanan senilai Rp 300 ribu.

"Biaya keamanan per bulan 300 (ribu). Jadi kontrakan mau isi atau kosong dia bayar uang keamanan," katanya.

Aminah juga mengaku, selama ini dia tidak tahu berapa jumlah penghuni di klaster kontrakan milik Rafael. Pasalnya, setiap orang yang mengisi kontrakan tersebut tidak pernah melapor RT setempat.

Baca Juga:Nasib Miris Pratama Arhan Usai Antar Timnas Indonesia Sabet Emas SEA Games 2023

“Saya juga gak tau yang isi berapa kamar, karena setiap ada yang masuk kesana gak pernah lapor,” ungkap Aminah.

Harga Paling Mahal Rp 2,5 Juta

Sementara itu, penjaga kontrakan, Martinus Jon mengatakan, harga sewa kontrakan di tempat tersebut bervariatif. Mulai dari Rp 1,8 - Rp 2,5 juta per bulan.

“Di sini paling mahal Rp 2,5 per bulan, ada yang Rp 2,2 juta, Rp 2 juta, paling murah Rp 1,8 juta,” katanya saat ditemui, Rabu (31/5/2023).

Pria asal NTT itu mengaku menjaga komplek kontrakan milik Rafael sejak 2010 silam. Meski demikian ia sendiri mengaku tidak mengetahui persis kapan Rafael mulai membangun usaha kontrakan tersebut.

“Soal dibangunnya saya gak tau, karena pas saya datang kemari sudah ada kontrakan ini,” ucapnya.

Deretan Aset Rafael Alun Disita

KPK sebelumnya menyatakan telah menyita sejumlah aset milik Rafael Alun Trisambodo. Aset tersebut terdiri dari rumah, indekos hingga mobil Land Cruiser.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut penyitaan itu, bagian penyidikan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang menjerat Rafael.

"Di Jakarta, KPK telah lakukan penyitaan rumah di Simprug, rumah kos di Blok M dan kontrakan di Meruya Jakarta Barat," kata Ali pada Rabu.

Kemudian di Solo, Jawa Tengah, KPK menyita dua mobil jenis Toyota Camry dan Land Cruiser. Sementara di Yogyakarta, KPK juga menyita satu motor gede jenis Triumph 1200cc.

"KPK masih terus lakukan follow the money dan identifikasi aset terkait perkara ini untuk optimalisasi asset recovery dari hasil korupsi," kata Ali.

Rafael kembali ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Penetapan tersangka itu, berdasarkan hasil penyidikan gratifikasi yang sebelumnya menjerat Rafael Alun.

Rafael Alun diduga menyembunyikan hasil gratifikasinya selama menjabat sebagai pejabat pajak di Kementerian Keuangan. Kekinian aliran TPPU itu didalami KPK dengan menelusuri asetnya dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Ditetapkan tersangka Rafael Alun telah ditahan KPK sejak 3 April 2023 lalu. Dia awalnya diduga menerima gratifikasi senilai USD 90.000. KPK memprediksa angka gratifikasi tersebut akan bertambah.

Aliran dana itu diterimanya lewat perusahaan PT Artha Mega Ekadhana (AME) yang bergerak dalam bidang jasa konsultansi pajak.

Rafael disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak