Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 03 November 2022 | 10:22 WIB

Desain Gapura di Pintu Masuk Kota Medan, Lambang Kejayaan Tanah Deli dengan Sentuhan Khas Batak

Ari Kaypan
Desain Gapura di Pintu Masuk Kota Medan, Lambang Kejayaan Tanah Deli dengan Sentuhan Khas Batak
Gapura di pintu masuk Kota Medan. (Instagram)

Deli.Suara.com - Setidaknya ada tiga gapura pintu masuk Kota Medan yang akan dipugar oleh pemerintah kota Medan tahun ini. Desain ini dimaknakan dalam menggambarkan kejayaan Tanah Deli dengan sentuhan motif Batak.

Dilihat Deli.Suara.com dari unggahan akun instagram Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada Kamis (3/11/2022), tampak ada lima slide foto desain gapura.

"Desain gapura perbatasan Kota Medan yang nantinya akan kami bangun, tidak akan menghilangkan identitas asli Kota Medan," tulisnya.

Dalam paparan slide tersebut, Boby terangkan arti dan makna desain gapuran tersebut yaitu :
1. Sepasang menara yang membentuk mata panah: Melambangkan kemajuan dalam pembangunan Kota Medan.
2. Siluet Istana Maimun dan Masjid Raya: Salah satu melambangkan Kejayaan Tanah Deli dan Icon Kota Medan.
3. Keris Melayu: Melambangkan kekuatan dan persatuan. 
4. Warna merah ulos: Melambangkan keberanian dan keberagaman.
5. Motif Gorga: Melambangkan kultur keberagaman dan Batak.

Baca Juga:Jika Jadi Kang Dedi - Ambu Anne Jadi Cerai, Tren Angka Perceraian di Indonesia Bisa Lebih dari 54 Persen pada Tahun ini

Adapun kawasan atau pintu masuk yang akan dipugar yakni kawasan Amplas di Jalan Sisingamangaraja. Gapura ini merupakan penanda Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang.

Sementara, gapura yang akan dibangun di kawasan Pinang Baris, Jalan Gatot Subroto. Gapura ini merupakan penanda perbatasan antara Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang serta Kota Binjai

Terakhir, kawasan Tuntungan di Jalan Jamin Ginting. Daerah ini bisa dikatakan ada penambahan karena memiliki taman pulau. Konsep desain gapura ini pembuatan taman persimpangan dengan integritas adanya perkerasan, penghijauan dan air.

Dalam ide awal ini dirasa kurang menonjol tanpa adanya unsur elemen vertikal. Juga akan dibuat bangunan Sopo Angin sebagai simbol adat Karo. Desain ini pun menuai komentar bagi para netizen.

"Pak perbatasan Medan Johor dan Delitua ada gapura gapura, kenapa nggak direvitalisasi?," tulis warganet @farhanxxx.

Baca Juga:Profil Febri Diansyah, Sang Pembela Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

"Satu persatu ya," balas @bobbynst

"Mantap bang-ku, bang gapuranya juga ditanam dengan tanaman disekelilingnya," kata warganet @sianturixxx.

"Gapura perbatasan Percut Sei Tuan dan Medan mana pak?," ujar warganet @taukotembungxxx.

Reporter : Beni Nasution

Berita Terkait

Tag

terpopuler

News

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda