Tegas, Komnas HAM akan Laporkan Polri Jika Kerusakan CCTV di Rumah Ferdy Sambo tak Terbuka

Kerusakan CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo sampai saat ini tidak dibuka oleh Polri penyebabnya, Komnas HAM menilai rekaman di CCTV itu penting untuk penyelidikan.

Rahma Yuli
Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:04 WIB
Tegas, Komnas HAM akan Laporkan Polri Jika Kerusakan CCTV di Rumah Ferdy Sambo tak Terbuka
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik tegaskan siap laporkan Polri ke Menko Polhukam terkait CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo. (Foto: Suara.com)

Deli.Suara.com – Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo diklaim mengalami kerusakan. Namun, Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) masih menanti penjelasan kepolisian terkait rusaknya CCTV tersebut.

“Misalnya ya, ini kenapa ini CCTV-nya tidak berfungsi apakah disambar petir, atau karena lama tidak berfungsi? Kan dua keterangan berbeda. Komnas HAM ini kan tidak punya wewenang menyita, tapi kami punya wewenang untuk bertanya, coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Kamis (4/8/2022). 

Menurut Ahmad Taufan Damanik, jika nantinya tidak mendapatkan jawaban yang jelas terkait kerusakannya, Komnas HAM siap melaporkan ke  Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan), Mahfud MD.

“Kalau memang nanti tidak dijelaskan dengan baik, kami akan laporkan ke Pak Menko Polhukam, Pak mereka tidak mau menjelaskan, padahal kami penting untuk mendapatkan informasi itu, untuk mengetahui duduk soalnya,” tegas Taufan.

Baca Juga:4 Kebiasaan Baik yang Bisa Membuat Anak Lebih Peduli, Ajarkan Sejak Dini!

“Kalau seandainya, kami berandai-andai oh ya ini sudah rusak sejak lama, maka kami akan mencari dari sumber data yang lain, entah dari HP atau yang lain. Tapi ternyata ada kesengajaan, itu kan masalah,” tambahnya.

Sebelumnya, Komnas HAM telah menggali keterangan dari Tim Siber dan Digital Forensik Polri terkait CCTV dan handphone (HP) dalam peristiwa penembakan yang terjadi.

Hasilnya, Komnas HAM diperlihatkan 20 rekaman kamera CCTV yang diperoleh dari 27 titik. Dalam rekaman tersebut, salah satunya menunjukkan Putri Candhrawati istri Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J beserta ajudan lainnya melakukan tes PCR bersama sesaat sebelum peristiwa penembakan.

Selain itu, ada data yang menunjukkan keberadaan masing-masing pihak saat peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J. Keberadaan masing-masing pihak saat kejadian itu diperoleh dari teknik cell dump, yaitu dengan melacak keberadaan mereka melalui telepon genggamnya. Data itulah yang selanjutnya akan dianalisis oleh Komnas HAM. 

Sumber: Suara.com 

Baca Juga:Fakta IMAX, Studio Bioskop Canggih Bikin Nonton Pengabdi Setan 2 Lebih Seru

News

Terkini

Pemerintah Indonesia diminta untuk menggandeng BUMN dan swasta dalam membantu ketahanan pangan.

Bisnis | 18:24 WIB

Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J minta Putri Candrawathi segera ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.

News | 17:25 WIB

Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, namun PPKM di Jawa-Bali justru diperpanjang.

News | 17:06 WIB

Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR menuai banyak apresiasi.

News | 17:03 WIB

Dan sayangnya kondisi daya beli masyarakat kita benar-benar terpukul.

Bisnis | 16:34 WIB

Penangkapan oknum polisi itu merupakan pengembangan dari Operasi Anti Gedek di sejumlah tempat hiburan malam pada 30 hingga 31 Juli 2022.

News | 16:30 WIB

DPR RI bantah terima uang dari Ferdy Sambo sebagai aksi suap mendiamkan kasus pembunuhan Brigadir J.

News | 16:14 WIB

Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka utama kasus pembunuhan Brigadir J.

News | 15:33 WIB

Ia menerangkan tugu itu dulunya kecil sebagai tanda titik nol Kota Medan, bukan seperti bangunan yang ada saat ini.

News | 15:27 WIB

Barang bukti narkoba ini disita dalam penindakan selama empat bulan terakhir di wilayah hukum Polda Sumut, dengan jumlah tersangka sebanyak 72 orang.

News | 13:59 WIB

Polemik antara karyawan Alfamart vs perempuan yang ambil cokelat tapi belum bayar berakhir dengan perdamaian.

News | 13:29 WIB

"Dibuktikan dengan 31 orang yang sukarela memilih masuk jurang," ungkap Sugeng.

News | 12:20 WIB

Bobby memanggil seorang anak kelas 1 SD ke atas panggung dan mengajaknya bermain tebak-tebakan.

News | 09:57 WIB

Hujan terjadi pada siang hingga malam hari.

News | 08:28 WIB

kegiatan ini untuk memberikan trauma healing terhadap para siswa, khususnya yang sekelas dengan korban.

News | 23:10 WIB
Tampilkan lebih banyak