Jokowi Letakkan Batu Pertama Revitalisasi Lapangan Merdeka

Revitalisasi ini merupakan salah satu upaya Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kota Medan.

Ananta Bangun
Kamis, 07 Juli 2022 | 17:32 WIB
Jokowi Letakkan Batu Pertama Revitalisasi Lapangan Merdeka
dokumen Pemko Medan

Deli.Suara.com - Presiden Jokowi meletakkan batu pertama revitalisasi Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (7/7/2022).

Revitalisasi ini merupakan salah satu upaya Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kota Medan.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini secara resmi saya nyatakan revitalisasi Lapangan Merdeka di Medan," kata Jokowi. 

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, salah satu bagian yang direvitalisasi adalah pendopo yang akan dibuat menjadi panggung rakyat.

Baca Juga:Resmi! BLACKPINK dan Girls' Generation Akan Comeback Bersama pada Bulan Agustus

Selain itu, kata Bobby, Lapangan Merdeka juga akan diintegrasikan dengan stasiun kereta api untuk mendukung pembangunan kawasan rendah karbon dan memperkuat potensinya sebagai transit hub dan transit oriented development (TOD).

"Nanti jadi buat panggung rakyat dan ini kita buat dua lantai tapi ke bawah. Di bawah nanti ada bangunan, yaitu bangunan pertama museum, dan ruang pertemuan, dan ini integrated antara Lapangan Merdeka dan stasiun yang nanti akan kita buka aksesnya," ujar Bobby.

Dalam panel yang dijelaskan juga tertulis konsep utama revitalisasi Lapangan Merdeka adalah pelestarian ruang kota bersejarah dan dinamika rancang kota kontemporer.

Revitalisasi Lapangan Merdeka akan mempertahankan pohon trembesi tua dan karakter lapangan terbuka untuk melestarikan nilai signifikansi sejarah dan nilai cagar budayanya.

Revitalisasi juga dilakukan sebagai upaya konservasi lingkungan alam melalui konsep rain garden dan sponge city

Baca Juga:Ini Bahaya Residu Pestisida, Zat Penyebab Mie Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan

Revitalisasi ini diharapkan akan menciptakan kembali ruang publik sebagai ruang perjumpaan dan ruang interaksi antarwarga kota.

News

Terkini

Ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka membuat kuasa hukumnya harus menyiapkan langkah hukum.

News | 21:11 WIB

Olisa mengaku senang dapat bergabung dengan PSDS. Dirinya menyatakan sudah lama tahu tentang PSDS.

Bola | 20:58 WIB

Satu dari tiga perwira tinggi tersebut adalah Irjen Ferdy Sambo, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

News | 20:32 WIB

Patroli yang digelar melibatkan beberapa satuan tersebut dilakukan menyusul aksi segerombolan geng motor yang mengacung-acungkan klewang dan clurit, beberapa hari lalu.

News | 20:29 WIB

Kapolsek menyampaikan, pelaku saat diinterogasi mengakui perbuatannya.

News | 20:14 WIB

Jika tidak membayar pajak kendaraan bermotor selama 5 ditambah 2 tahun, maka diberikan sanksi berupa kendaraan bermotor akan ditarik.

News | 19:59 WIB

Ferdy Sambo menggunakan senjata milik Brigadir J untuk menembak dinding-dinding di sekitar lokasi kejadian.

News | 19:43 WIB

ada upaya penghalangan dan rekayasa dalam kasus ini yang dilakukan atas perintah oknum Polri.

News | 19:17 WIB

Aksi terkuak, setelah korban bercerita kepada ibunya dan mengungkap tindakan amoral pelaku.

News | 19:14 WIB

saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

News | 18:46 WIB

Dua kendaraan taktis korps Brimob mendatangi rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dengan personel bersenjata laras panjang lengkap.

News | 16:25 WIB

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selesai memeriksa 15 telepon genggam terkait kasus penembakan Brigadir J.

News | 16:21 WIB

Pelaku yang menikam korban hingga tewas adalah pamanya sendiri.

News | 16:16 WIB

Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo akan diperiksa oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait kasus kematian Brigadir J.

News | 15:53 WIB

PT Midi Utama Indonesia (PT MIU) atau dikenal dengan Alfamidi diduga terlibat dalam kasus suap izin usaha pembangunan retail di Kota Ambon.

News | 15:38 WIB
Tampilkan lebih banyak