Bobby Nasution: Narkoba Harus Bisa Diberantas dari Kota Medan

Dan tentunya Kota Medan juga penyumbang tertinggi di Provinsi Sumut.

Ananta Bangun
Senin, 04 Juli 2022 | 19:06 WIB
Bobby Nasution: Narkoba Harus Bisa Diberantas dari Kota Medan
deli.suara.com

Deli.Suara.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap narkoba harus bisa diberantas dari Kota Medan, Sumatera Utara

Demikian dikatakan Bobby Nasution saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Polrestabes Medan, Senin (4/7/2022).

"Kita sangat mengapresiasi Polrestabes Medan dan jajaran yang terus melakukan penangkapan dan pemberantasan narkoba. Kita sama-sama sepakati bersama bagaimana Kota Medan harus bisa kita berantas narkobanya," kata Bobby.

Diungkapkan Bobby, seperti diketahui bahwa Sumatera Utara peringkat pertama provinsi yang paling tinggi kasus narkoba. Dan tentunya Kota Medan juga penyumbang tertinggi di Provinsi Sumut. 

Baca Juga:Gelar Sosialisasi PP tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, Jajaran Kemnaker Diharap Mampu Cari Solusi Tiap Masalah

"Kami akui dan sadari itu. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Kapolrestabes Medan," ujar Bobby.

Bobby mengatakan, Pemko Medan beserta seluruh jajaran sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polrestabes Medan. 

"Kita akan dukung (pemberantasan narkoba) semua. Begitu juga Pak Dandim 0201/Medan beserta seluruh unsur Forkopimda Kota Medan. Saya juga berharap agar masyarakat menjauhi narkoba, sebab itu berbahaya," sambung Bobby. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Kombes Valentino Alfa Tatareda memaparkan, pihaknya berhasil mengungkap kasus narkoba di sejumlah lokasi berbeda.

Dari pengungkapan tersebut, kata Valentino, petugas mengamankan sembilan orang pelaku dan barang bukti narkoba.

Baca Juga:Segini Total Nilai Aset yang Disita Polisi dalam Perkara Penipuan Investasi Doni Salmanan

News

Terkini

Ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka membuat kuasa hukumnya harus menyiapkan langkah hukum.

News | 21:11 WIB

Olisa mengaku senang dapat bergabung dengan PSDS. Dirinya menyatakan sudah lama tahu tentang PSDS.

Bola | 20:58 WIB

Satu dari tiga perwira tinggi tersebut adalah Irjen Ferdy Sambo, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

News | 20:32 WIB

Patroli yang digelar melibatkan beberapa satuan tersebut dilakukan menyusul aksi segerombolan geng motor yang mengacung-acungkan klewang dan clurit, beberapa hari lalu.

News | 20:29 WIB

Kapolsek menyampaikan, pelaku saat diinterogasi mengakui perbuatannya.

News | 20:14 WIB

Jika tidak membayar pajak kendaraan bermotor selama 5 ditambah 2 tahun, maka diberikan sanksi berupa kendaraan bermotor akan ditarik.

News | 19:59 WIB

Ferdy Sambo menggunakan senjata milik Brigadir J untuk menembak dinding-dinding di sekitar lokasi kejadian.

News | 19:43 WIB

ada upaya penghalangan dan rekayasa dalam kasus ini yang dilakukan atas perintah oknum Polri.

News | 19:17 WIB

Aksi terkuak, setelah korban bercerita kepada ibunya dan mengungkap tindakan amoral pelaku.

News | 19:14 WIB

saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

News | 18:46 WIB

Dua kendaraan taktis korps Brimob mendatangi rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dengan personel bersenjata laras panjang lengkap.

News | 16:25 WIB

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selesai memeriksa 15 telepon genggam terkait kasus penembakan Brigadir J.

News | 16:21 WIB

Pelaku yang menikam korban hingga tewas adalah pamanya sendiri.

News | 16:16 WIB

Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo akan diperiksa oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait kasus kematian Brigadir J.

News | 15:53 WIB

PT Midi Utama Indonesia (PT MIU) atau dikenal dengan Alfamidi diduga terlibat dalam kasus suap izin usaha pembangunan retail di Kota Ambon.

News | 15:38 WIB
Tampilkan lebih banyak